Perjanjian Jaminan Fidusia

PERJANJIAN PENGIKATAN JAMINAN FIDUSIA
Nomor : ………………….

Pada hari ini, hari _________tanggal ______________________ pukul _______ menghadap dihadapan saya ___________________ Sarjana Hukum, Notaris di ________________ dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris kenal dan akan disebut pada bahagian akhir akta ini :

1.       Alex Hadi beralamat di Jalan ……………………………………………. (dan atas tindakan tersebut dalam Perjanjian Pengikatan Jaminan Fidusia ini telah mendapat persetujuan dari pasangan kawinnya yang turut menandatangani Perjanjian Pengikatan Jaminan Fidusia ini sebagai tanda persetujuannya atau sebagaimana terbukti dari surat persetujuan yang dilampirkan pada surat ini) (selanjutnya disebut “Pihak Pertama” atau “Pemberi Fidusia”)

2.       PT BANK ……………….. Tbk berkedudukan di Jakarta, dan berkantor Cabang Balikpapan (selanjutnya disebut “Pihak Kedua” atau “Penerima Fidusia”)

Para penghadap dengan bertindak dalam kedudukannya tersebut menerangkan terlebih dahulu :
A.      bahwa diantara Alex Hadi selaku pihak yang menerima Fasilitas Kredit (untuk selanjutnya cukup disebut “DEBITUR”) dan Penerima Fidusia selaku pihak yang memberi Fasilitas (untuk selanjutnya cukup disebut “KREDITUR”) telah dibuat dan ditandatangani akta Perjanjian Kredit tertanggal ___________________ Nomor : ____/ PK-Comm/PTK/04 (untuk selanjutnya Perjanjian Kredit tersebut, berikut segenap pengubahan, penambahan, perpanjangan dan pembaharuannya baik yang telah ada maupun yang akan ada disebut “Perjanjian Kredit”);
B.       bahwa, untuk lebih menjamin dan menanggung terbayarnya dengan baik segala sesuatu yang terhutang dan harus dibayar oleh DEBITUR  sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit tersebut, Pemberi Fidusia diwajibkan untuk memberikan jaminan fidusia atas barang milik Pemberi Fidusia untuk kepentingan Penerima Fidusia sebagaimana yang akan diuraikan di bawah ini
C.     bahwa untuk memenuhi ketentuan tentang pemberian jaminan yang ditentukan dalam Perjanjian Kredit terebut, maka Pemberi dan Penerima Fidusia telah semufakat dan setuju, dengan ini mengadakan perjanjian sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor : 42 Tahun 1999 (seribu sembilanratus sembilanpuluh sembilan) berikut segenap peraturan pelaksanaannya, yaitu perjanjian tentang Jaminan Fidusia sebagaimana yang akan dinyatakan sekarang dalam akta ini

selanjutnya para penghadap dengan senantiasa bertindak dalam kedudukannya tersebut menerangkan untuk menjamin terbayarnya dengan baik segala sesuatu yang terhutang dan harus  dibayarkan oleh DEBITUR kepada KREDITUR, baik karena hutang pokok, bunga dan biaya-biaya lainnya yang timbul berdasarkan Perjanjian Kredit tersebut, dengan jumlah hutang pokok sebesar Rp 277.200.000,- (Dua ratus tujuh puluh tujuh juta dua ratus ribu Rupiah) atau sejumlah uang yang ditentukan dikemudian hari berdasarkan Perjanjian Kredit, maka para penghadap Pihak Pertama dengan bertindak selaku Pemberi Fidusia menerangkan dengan ini memberikan jaminan fidusia kepada Penerima Fidusia dan penghadap Pihak Kedua dengan bertindak selaku  Penerima Fidusia menerangkan dengan ini menerima jaminan fidusia dari Pemberi Fidusia, sampai dengan nilai  penjaminan sebesar Rp _______________ (__________________________________________________________________rupiah) atas obyek jaminan fidusia  berupa Mobil sejumlah 1 (satu) unit, merek Mitsubishi FE 349 HD Chasis, Nomor Kode Mesin ______________, Nomor Kode Rangka ______________________ yang senilai Rp______________(_______________________________________________________ _____________________________________rupiah) yang diperoleh Pemberi Fidusia dari ___________________ sebagaimana ternyata dalam invoice/kuitansi/tanda terima uang yang dikeluarkan oleh _________________ tertanggal __________________ nomor _____ yang bermaterai cukup diperlihatkan kepada saya, Notaris; (untuk selanjutnya dalam akta ini cukup disebut dengan “Obyek Jaminan Fidusia”)

Selanjutnya para penghadap senantiasa dengan bertindak dalam kedudukannya tersebut menerangkan pembebanan jaminan fidusia ini diterima dan dilangsungkan dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
Pembebanan jaminan fidusia atas Obyek Jaminan Fidusia telah dilakukan di tempat di mana Obyek Jaminan Fidusia tersebut berada dan telah menjadi miliknya Penerima Fidusia, sedangkan Obyek Jaminan Fidusia tersebut tetap berada pada dan dalam kekuasaan Pemberi Fidusia selaku peminjam pakai.
Pemberi Fidusia mengakui bahwa terhitung sejak hari ini dan selama berlakunya perjanjian ini Obyek Jaminan Fidusia tersebut dikuasai oleh Pemberi Fidusia bukan lagi dalam hubungan hak milik, namun dalam hubungan pinjam pakai, yang berdasarkan hubungan pinjam pakai tersebut Penerima Fidusia meminjam pakai Obyek Jaminan Fidusia.

Pasal 2
Obyek Jaminan Fidusia hanya dapat dipergunakan oleh Pemberi Fidusia menurut sifat dan peruntukannya, dengan  tidak ada kewajiban bagi Pemberi Fidusia untuk membayar biaya/ganti rugi berupa apapun untuk pinjam pakai tersebut kepada Penerima Fidusia. Namun Pemberi Fidusia berkewajiban untuk memelihara Obyek Jaminan Fidusia tersebut dengan sebaik-baiknya dan melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk pemeliharaan dan perbaikan atas Obyek Jaminan Fidusia atas biaya dan tanggungan Pemberi Fidusia sendiri, serta membayar pajak dan beban lainnya yang bersangkutan dengan itu.
Apabila untuk penggunaan atas Obyek Jaminan Fidusia tersebut diperlukan kuasa khusus, maka Penerima Fidusia dengan ini memberi kuasa kepada Pemberi Fidusia untuk melakukan  tindakan-tindakan yang diperlukan dalam rangka pinjam pakai Obyek Jaminan Fidusia tersebut.
Penerima Fidusia tidak bertanggung jawab kepada Pemberi Fidusia atau pihak lain berkenaan dengan kerugian atau kerusakan Obyek Jaminan Fidusia atau bagian daripadanya, maupun atas kerugian atau kecelakaan yang menimpa karyawan atau pihak ketiga yang disebabkan penggunaan atau pengoperasian Obyek Jaminan Fidusia.
Pemberi Fidusia wajib menjamin sepenuhnya dan melindungi Penerima Fidusia terhadap setiap tuntutan, gugatan atau biaya yang timbul dari atau sehubungan dengan pemeliharaan, penggunaan, pengoperasian, kepemilikan atau keadaan Obyek Jaminan Fidusia maupun keberadaan Perjanjian ini.

Pasal 3
Penerima Fidusia atau wakilnya yang sah berdasarkan pertimbangan baik diperbolehkan dan dengan ini telah diberi kuasa dengan hak substitusi oleh Pemberi Fidusia untuk memeriksa tentang adanya dan tentang keadaan Obyek Jaminan Fidusia tersebut. Penerima Fidusia atas biaya Pemberi Fidusia semata-mata berdasarkan prinsip kehati-hatian dan pertimbangan baik diperbolehkan namun tidak diwajibkan untuk melakukan atau suruh melakukan segala sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh Pemberi Fidusia atas Obyek Jaminan Fidusia dalam hal Pemberi Fidusia melalaikan kewajibannya untuk itu termasuk tetapi tidak terbatas untuk memasuki gedung, gudang, bangunan, ruang dimana Obyek Jaminan Fidusia disimpan atau berada. Pemberi Fidusia dan Penerima Fidusia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak merupakan tindakan memasuki tempat dan atau bangunan tanpa izin  (“huisvredebruek”).

Pasal 4
Apabila bagian dari Obyek Jaminan Fidusia atau diantara Obyek Jaminan Fidusia tersebut ada yang tidak dapat dipergunakan lagi, maka Pemberi Fidusia dengan ini berjanji dan karenanya mengikatkan diri untuk mengganti bagian dari atau Obyek Jaminan Fidusia yang tidak dapat dipergunakan itu dengan Obyek Jaminan Fidusia lainnya yang sejenis yang nilainya setara dengan yang digantikan serta dapat disetujui Penerima Fidusia, sedangkan pengganti Obyek Jaminan Fidusia tersebut termasuk dalam jaminan fidusia yang dinyatakan dalam akta ini
Pemberi Fidusia diwajibkan setiap [  ] bulan sekali atau setiap waktu yang dipandang perlu oleh Kreditur, memberikan laporan tertulis kepada Penerima Fidusia, tentang adanya dan keadaan dari Obyek Jaminan Fidusia serta perubahannya disertai bukti yang sah.
Pemberi Fidusia diwajibkan untuk mempertahankan nilai jual dari Obyek Jaminan Fidusia pada setiap saat selama berlakunya Perjanjian ini.

Pasal 5
Pemberi Fidusia tidak berhak untuk melakukan fidusia ulang atas Obyek Jaminan Fidusia. Pemberi Fidusia juga tidak diperkenankan untuk membebankan dengan cara apapun, menggadaikan atau menjual atau mengalihkan dengan cara apapun Obyek Jaminan Fidusia kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia.
Bilamana Pemberi Fidusia tidak memenuhi dengan seksama kewajibannya menurut yang telah ditentukan dalam akta ini atau DEBITUR tidak memenuhi kewajiban berdasarkan Perjanjian Kredit, maka lewat waktu yang ditentukan untuk memenuhi kewajiban tersebut saja sudah cukup membuktikan tentang adanya pelanggaran atau kelalaian Pemberi Fidusia atau DEBITUR dalam memenuhi kewajiban tersebut, dalam hal mana hak Pemberi Kuasa untuk meminjam pakai Obyek Jaminan Fidusia tersebut menjadi berakhir dan Obyek Jaminan Fidusia harus diserahkan dengan segera oleh Pemberi Fidusia kepada Penerima Fidusia setelah diberitahukan secara tertulis oleh Penerima Fidusia.

Pasal 6
Pemberi Fidusia berjanji dan karenanya mengikatkan diri untuk mengasuransikan Obyek Jaminan Fidusia tersebut pada perusahaan asuransi yang ditunjuk atau disetujui oleh Penerima Fidusia terhadap bahaya kebakaran serta bahaya lainnya dan untuk suatu  jumlah pertanggungann serta dengan persyaratan yang dipandang tepat oleh Penerima Fidusia. Di atas polis asuransi tersebut harus dicantumkan klausula bahwa dalam hal terjadi kerugian maka uang pengganti kerugiannya harus dibayarkan kepada KREDITUR yang selanjutnya akan memperhitungkannya dengan jumlah yang masih harus dibayarkan oleh DEBITUR kepada KREDITUR berdasarkan Perjanjian Kredit, sedangkan sisanya jika masih ada harus dikembalikan oleh KREDITUR kepada Pemberi Fidusia dengan tidak ada kewajiban bagi KREDITUR untuk membayar bunga atau ganti kerugian berupa apapun kepada Pemberi Fidusia. Apabila ternyata uang pengganti kerugian dari perusahaan asuransi tersebut tidak mencukupi, maka DEBITUR berkewajiban untuk membayar lunas sisa yang masih harus dibayarkan oleh DEBITUR kepada Penerima Fidusia.
Semua uang premi asuransi harus ditanggung dan dibayar oleh Pemberi Fidusia atau DEBITUR.
Apabila Pemberi Fidusia atau DEBITUR lalai dan/atau tidak mengasuransikan Obyek Jaminan Fidusia tersebut, maka Penerima Fidusia berhak (namun tidak berkewajiban) dan seberapa perlu dengan ini kepadanya oleh Pemberi Fidusia diberi kuasa untuk mengasuransikan sendiri Obyek Jaminan Fidusia tersebut dengan ketentuan bahwa premi asuransinya tetap harus dibayar oleh Pemberi Fidusia atau DEBITUR.
Asli polis asuransi dan perpanjangannya di kemudian hari serta kuitansi pembayaran premi asuransi tersebut harus diserahkan untuk disimpan oleh Penerima Fidusia segera setelah diperoleh Pemberi Fidusia dari perusahaan asuransi tersebut.

Pasal 7
Dalam hal Pemberi Fidusia dan/atau DEBITUR tidak menjalankan atau memenuhi salah satu ketentuan dalam akta ini dan/atau salah satu ketentuan dalam Perjanjian Kredit, terutama dalam hal Pemberi Fidusia dan/atau DEBITUR lalai,sedangkan kelalaian tersebut semata-mata terbukti dengan lewatnya waktu yang ditentukan, tanpa untuk itu diperlukan lagi sesuatu surat teguran juru sita atau surat lain yang serupa dengan itu, maka dalam hal terjadi demikian hak Pemberi Fidusia untuk meminjam pakai Obyek Jaminan Fidusia harus diserahkan kembali oleh Pemberi Fidusia kepada Penerima Fidusia dengan segera setelah diberitahukannya secara tertulis oleh Penerima Fidusia, dalam keadaan terpelihara baik kepada dan di tempat yang ditentukan Penerima Fidusia atas pemberitahuan atau teguran pertama dari Penerima Fidusia. Dalam hal Pemberi Fidusia tidak memenuhi ketentuan penyerahan tersebut, Penerima Fidusia atau kuasanya yang sah dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, berhak untuk mengambil atau suruh mengambil Obyek Jaminan Fidusia berada, baik dari tangan Pemberi Fidusia maupun dari tangan pihak ketiga yang menguasainya, dengan ketentuan bahwa semua biaya yang bertalian dengan itu menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh Pemberi Fidusia. Selanjutnya atas kekuasaannya sendiri Penerima Fidusia berhak :
i.      untuk menjual Obyek  Jaminan Fidusia tersebut atas dasar titel eksekutorial, atau melalui pelelangan dimuka umum, atau melalui penjualan dibawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan Pemberi Fidusia dan Penerima Fidusia jika dengan cara demikian diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak.
ii.      untuk keperluan penjualan tersebut, Penerima Fidusia berhak menghadap dimana perlu, membuat atau suruh membuat serta menandatangani semua surat, akta serta dokumen lain yang diperlukan, menerima uang harga penjualan dan memberikan tanda penerimaan untuk itu, menyerahkan apa yang dijual itu kepada pembelinya, memperhitungkan atau mengkompensir uang harga penjualan yang diterimanya itu dengan semua apa yang wajib dibayar oleh DEBITUR kepada KREDITUR, akan tetapi dengan kewajiban bagi Penerima Fidusia untuk menyerahkan sisa uang penjualannya jika masih ada kepada Pemberi Fidusia, dengan tidak ada kewajiban bagi Penerima Fidusia untuk membayar bunga atau ganti kerugian berupa apapun juga kepada Pemberi Fidusia atau DEBITUR mengenai sisa uang harga penjualan itu dan selanjutnya Penerima Fidusia juga berhak untuk melakukan segala sesuatu yang dipandang perlu dan berguna dalam rangka penjualan Obyek Jaminan Fidusia tersebut dengan tidak ada satupun yang dikecualikan.

Apabila hasil penjualan dari Obyek Jaminan Fidusia tersebut tidak mencukupi untuk melunasi semua apa yang wajib dibayar oleh DEBITUR kepada KREDITUR, maka DEBITUR tetap terikat membayar lunas sisa uang yang masih harus dibayar oleh DEBITUR kepada KREDITUR.

Pasal 8
Dalam hal Penerima Fidusia mempergunakan hak-hak yang diberikan kepadanya seperti diuraikan dalam akta ini, Pemberi Fidusia wajib dan mengikatkan diri sekarang ini untuk dipergunakan dikemudian hari pada waktunya, menyerahkan dalam keadaan terpelihara baik kepada Penerima Fidusia Obyek Jaminan Fidusia tersebut atas pemberitahuan atau teguran pertama dari Penerima Fidusia dan dalam hal Pemberi Fidusia tidak memenuhi ketentuan itu dalam waktu yang ditentukan dalam surat  pemberitahuan atau teguran yang bersangkutan, maka Pemberi Fidusia adalah lalai semata-mata karena lewatnya waktu yang ditentukan tanpa untuk itu diperlukan lagi sesuatu surat teguran juru sita atau surat lain yang serupa dengan itu, maka Penerima Fidusia atau kuasanya yang sah berhak, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk mengambil Obyek Jaminan Fidusia dari tempat di manapun Obyek Jaminan Fidusia tersebut berada, baik dari tangan Pemberi Fidusia maupun dari tangan pihak ketiga yang menguasainya, dengan ketentuan bahwa semua biaya yang bertalian dengan itu menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh Pemberi Fidusia.

Pasal 9
Pembebanan jaminan fidusia ini dilakukan oleh Pemberi Fidusia kepada Penerima Fidusia dengan syarat-syarat yang memutuskan (onder de ont bindende voorwaarden), yakni sampai dengan DEBITUR telah memenuhi/membayar lunas semua apa yang wajib dibayar oleh DEBITUR kepada KREDITUR sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Kredit.

Pasal 10
Penerima Fidusia berhak untuk melaksanakan Pendaftaran Jaminan Fidusia tersebut, untuk keperluan tersebut menghadap dihadapan pejabat atau instansi yang berwenang (termasuk Kantor Pendaftaran Fidusia), memberikan keterangan, menandatangani surat/formulir, mendaftarkan Jaminan Fidusia atas Obyek Jaminan Fidusia tersebut dengan melampirkan Pernyataan Pendaftaran Jaminan Fidusia serta untuk mengajukan permohonan pendaftaran atas perubahan dalam hal terjadi perubahan atas data yang tercantum dalam Sertifikat Jaminan Fidusia, selanjutnya menerima Sertifikat Jaminan Fidusia dan/atau Pernyataan Perubahan, serta dokumen dokumen lain yang bertalian untuk keperluan itu, membayar semua biaya dan menerima kuitansi segala uang pembayaran serta selanjutnya melakukan segala tindakan yang perlu dan berguna untuk melaksanakan ketentuan dari akta ini.

Pasal 11
Penerima Fidusia berhak dan dengan ini diberi kuasa dengan hak substitusi oleh Pemberi Fidusia untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas ketentuan dalam akta ini, di dalam hal perubahan atau penyesuaian tersebut diperlukan dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Undang-undang Tentang Jaminan Fidusia Nomor 42 Tahun 1999 tersebut berikut segala perubahan dan peraturan pelaksanaannya.

Pemberi Fidusia dengan ini menyanggupi pula, segera setelah menerima permintaan dari Penerima Fidusia, untuk melakukan tindakan apapun  yang diperlukan guna melakukan pendaftaran, serta untuk menandatangani dan memberikan kepada Penerima Fidusia tambahan wewenang atau kuasa yang dianggap perlu atau baik oleh Penerima Fidusia untuk mempertahankan dan melaksanakan haknya berdasarkan Perjanjian.

Akta ini merupakan bagian yang terpenting dan tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kredit demikian pula kuasa yang diberikan dalam akta ini merupakan bagian yang terpenting serta tidak terpisahkan dari akta ini tanpa adanya akta ini dan kuasa tersebut, niscaya Perjanjian Kredit demikian pula akta ini tidak akan diterima dan dilangsungkan diantara para pihak yang bersangkutan, oleh karenanya akta ini tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan selama berlakunya Perjanjian Kredit tersebut dan kuasa tersebut  tidak akan batal atau berakhir karena sebab yang dapat mengakhiri pemberian sesuatu kuasa, termasuk sebab yang disebutkan dalam pasal 1813, 1814 dan 1816 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia.

Pasal 12
Pemberi Fidusia menjamin Penerima Fidusia bahwa Obyek Jaminan Fidusia adalah milik Pemberi Fidusia, tidak sedang dijaminkan dengan cara apapun dan kepada siapapun kecuali kepada Penerima Fidusia, tidak tersangkut dalam suatu perkara dan bebas dari sitaan, serta belum pernah dijual/dialihkan dengan cara apapun dan kepada siapapun kecuali kepada Penerima Fidusia sehingga Pemberi Fidusia berwenang untuk mengalihkan hak kepemilikannya secara kepercayaan atas Obyek Jaminan Fidusia berdasarkan Perjanjian.

Pemberi Fidusia dengan ini membebaskan dan/atau melepaskan Penerima Fidusia dari segenap tuntutan, gugatan atau tagihan yang mungkin diajukan oleh pihak manapun mengenai atau yang berhubungan dengan hal yang dijamin oleh Pemberi Fidusia tersebut di atas.

Pasal 13
Biaya akta ini dan biaya lainnya yang berkenaan dengan pembuatan akta ini maupun dalam melaksanakan ketentuan dalam akta ini menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh ________________ demikian pula biaya pendaftaran fidusia ini di Kantor Pendaftaran Fidusia.

Pasal 14
Segala perselisihan yang mungkin timbul diantara kedua belah pihak mengenai akta ini yang tidak dapat diselesaikan diantara kedua belah pihak sendiri, maka kedua belah pihak akan memilih domisili hukum yang tetap dan  seumumnya  di Kantor  Kepaniteraan Pengadilan Negeri _______________ di _______________.
Pemilihan domisili hukum tersebut dilakukan dengan tidak mengurangi hak dari Penerima Fidusia untuk mengajukan tuntutan  hukum terhadap Pemberi Fidusia berdasarkan Jaminan Fidusia atas Obyek Jaminan Fidusia tersebut di hadapan pengadilan lainnya dalam wilayah Republik Indonesia, yaitu pada Pengadilan Negeri yang mempunyai yuridiksi atas diri dari Pemberi Fidusia atau atas Obyek Jaminan Fidusia tersebut.

Akta ini diselesaikan diselesaikan pukul ______ (__________________________) WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah).

Para penghadap dikenal oleh saya, Notaris.

Demikianlah akta ini dibuat dan dilangsungkan di ______________________ pada hari, tanggal serta jam seperti disebutkan pada bahagian awal akta ini dengan dihadiri oleh ____________________ dan ___________________________ sebagai saksi-saksi.

Segera setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan saksi-saksi, maka ditandatanganilah akta ini oleh para penghadap, saksi-saksi dan saya, Notaris.

PEMBERI FIDUSIA                                                                       PENERIMA FIDUSIA

Materai Rp.6000

Alex Hadi                                                                                              Sudargo

…………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s