Draft Kontrak Jual Beli Mobil

PERJANJIAN JUAL BELI MOBIL

Pada hari ini, Rabu tanggal sembilan bulan Desember tahun dua ribu Sembilan (09-12-2009), kami yang bertanda tangan dibawah ini:——–
1.  Bahtiar Joyodinoto, Direktur PT. Adi Pura, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Adi Pura berkedudukan di Jl. Talas 45 Malang, selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.———–
2.  Ardi Martadinata, Direktur CV. Trans Java, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama CV. Trans Java berkedudukan di Jl. Ubi 20 Surabaya, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak (PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA)menerangkan terlebih dahulu bahwa:——————————————————–
1.  PIHAK KEDUA memerlukan tambahan kendaraan operasional berupa mobil untuk meningkatkankan kinerja usahanya, terutama untuk mengakomodir/memenuhi permintaan para pelanggannya untuk jasa angkutan.—————————————————–
2.  Untuk keperluan tersebut PIHAK KEDUA menghubungi PIHAK PERTAMA yang bergerak dibidang usaha karoseri mobil meminta agar PIHAK PERTAMA dapat memenuhi kebutuhan akan kendaraan tersebut.—–
3.  PIHAK PERTAMA setuju untuk memenuhi kebutuhan PIHAK KEDUA akan kendaraan tersebut.——————————————-

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka kedua belah pihak (PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA) telah mufakat dan setuju untuk saling mengikatkan diri membuat Perjanjian Jual Beli mobil ini dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana diuraikan dalam pasal-pasal berikut:——————————————————-

Pasal 1
Objek Perjanjian
1.  Bahwa yang menjadi objek Perjanjian Jual Beli mobil ini adalah :
a.  Nama barang : Mitsubishi Colt L300————————-
b.  Tipe : Minibus High Roof Deluxe (AC) (4ROW)—————-
c.  Tipe Mesin : 4D56 4 Cylinder In Line Watercooler———–
d.  Tahun Pembuatan: 2009————————————–
e.  Warna :Biru metalik—————————————-
2.  PIHAK KEDUA membeli 8 (delapan) buah mobil dari PIHAK PERTAMA dengan spesifikasi penambahan dan perubahan interior dan eksterior sebagaimana desainnya telah ditentukan oleh PIHAK KEDUA dan telah disepakati oleh kedua belah pihak.————–

Pasal 2
Harga dan Cara Pembayaran
1.  Harga mobil yang dijual untuk tiap satuannya telah disepakati oleh kedua belah pihak sebesar Rp. 187.000.000,- (Seratus delapan puluh tujuh juta rupiah).——————————-
2.  PIHAK KEDUA wajib membayar 8 (delapan) buah mobil dengan jumlah Rp. 1.496.000.000,- (satu milyar empat ratus sembilan puluh enam juta rupiah) yang merupakan jumlah yang menjadi kewajiban dan harus dibayar oleh PIHAK KEDUA.———————————
3.  PIHAK KEDUA wajib membayar 20% (duapuluh per seratus)atau Rp.299.200.000,- (duaratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah) dari total harga yang wajib dibayarnya untuk 8 (delapan) mobil sebagai down payment pada saat sebelum ditandatangani Perjanjian Jual Beli mobil ini.——————
4.  PIHAK PERTAMA berhak untuk memperoleh pelunasan sisa dari total harga mobil tersebut pada saat penyerahan mobil kepada PIHAK KEDUA.———————————————————-

Pasal 3
Penyerahan Mobil
1.  Mobil yang dijual oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA akan diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA pada saat mobil tersebut siap untuk dipergunakan untuk operasional perusahaan PIHAK KEDUA.—————————————————-
2.  PIHAK PERTAMA akan menyerahkan mobil tersebut kepada PIHAK KEDUA pada hari senin, sepuluh Mei dua ribu sepuluh (10-05-10).——-
3.  Mobil tersebut wajib diserahkan oleh PIHAK PERTAMA ditempat PIHAK KEDUA.—————————————————-

Pasal 4
Pernyataan dan Jaminan PIHAK PERTAMA
1.  PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa jual beli ini adalah sah, berlaku efektif dan mempunyai kekuatan hukum.—————————
2.  PIHAK PERTAMA menjamin bahwa mobil yang dijual adalah mobil miliknya. Atas mobil tersebut PIHAK PERTAMA berhak untuk menjual dan menyerahkannya.———————————————
3.  PIHAK KEDUA akan menjadi pemilik mobil tanpa gangguan, dan dibebaskan dari pihak ketiga yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas mobil.————
4.  PIHAK PERTAMA menjamin bahwa mobil tersebut bebas dari klaim, sitaan, tidak dijadikan jaminan untuk sesuatu hutang baik secara penyerahan hak milik secara fidusia atau dengan cara lainnya.—
5.  PIHAK PERTAMA menjamin bahwa segala hutang-hutang atau kewajiban-kewajiban PIHAK PERTAMA terhadap Pihak Ketiga maupun instansi-instansi terkait lainnya yang berkenaan dengan mobil tersebut sebelum tanggal penyerahan mobil tetap menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.——————————————–

Pasal 5
Risiko dan Force Majeur
1.  Kerusakan-kerusakan yang terjadi atau adanya cacat tersembunyi (verbogen gebreken)atas mobil tersebut adalah menjadi tanggungjawab PIHAK PERTAMA, dan karenanya adalah menjadi tanggungjawab PIHAK PERTAMA untuk mengusahakan agar mobil yang akan diserahkan kepada PIHAK KEDUA dalam keadaan layak pakai.—
2.  Apabila terjadi Force Majeure sehingga perjanjian ini tidak dapat dilaksanakan,maka kedua belah pihak sepakat untuk menunda pelaksanaan tersebut sampai keadaan pulih kembali dan waktu pelaksanaan perjanjian disepakati oleh kedua belah pihak.——-

Pasal 6
Kelalaian/Pelanggaran
Bilamana terjadi atau timbul salah satu hal atau peristiwa yang ditetapkan dibawah ini akan merupakan suatu kejadian kelalaian/pelanggaran:——————————————
a.  Baik PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA tidak memenuhi salah satu atau lebih kewajiban sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Jual Beli ini.———————————-
b.  Bilamana perusahaan PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA dibubarkan/dilikuidasi atau dinyatakan pailit.————-

Pasal 7
Sanksi
Dalam hal suatu kejadian kelalaian/pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 (1) tersebut diatas terjadi dan berlangsung, maka semua sisa kewajiban yang masih harus dibayar oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA berdasarkan Perjanjian Jual Beli ini menjadi jatuh tempo dan harus dibayar secara sekaligus dan lunas kepada salah satu pihak yang dirugikan.—————

Pasal 8
Penyelesaian Sengketa
Mengenai Perjanjian Jual Beli ini dan segala akibatnya serta pelaksanaannya Para Pihak memilih tempat kediaman hukum yang tetap dan semuanya di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surabaya.——————————————————-

Pasal 9
Ketentuan lain
1.  Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam Perjanjian Jual Beli ini akan diatur dan diputuskan bersama melalui perundingan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dituangkan dalam bentuk tertulis yang ditandatangani bersama serta merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari Perjanjian Jual Beli ini.————————————-
2.  Setiap perselisihan yang mungkin timbul sebagai akibat Perjanjian Jual Beli ini dan/atau pelaksanaannya dan/atau pengakhirannya akan diselesaikan oleh Para Pihak secara musyawarah.—————————————————
3.  Jika salah satu ketentuan dalam perjanjian ini dinyatakan tidak berlaku atau tidak dapat dilaksanakan, maka ketidakberlakuan ketentuan tersebut tidak akan mempengaruhi keberlakuan dan pelaksanaan dari ketentuan lainnya dan Para Pihak wajib untuk mengubah ketentuan yang tidak berlaku atau tidak dapat dilaksanakan tersebut dengan ketentuan baru yang memiliki maksud dan tujuan sama.——————————
4.  Perjanjian Jual Beli ini diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.————–

Demikian Perjanjian Jual Beli ini disetujui dan ditandatangani di Malang dengan dihadiri dan ditandatangani oleh saksi-saksi yang dikenal oleh kedua belah pihak (PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA), dibuat dalam rangkap 2 (dua) bermaterai cukup yang memiliki kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak (PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA).————————————————————–

PIHAK KEDUA;                           PIHAK PERTAMA;
CV. Trans Java                           PT. Adi Pura

(Ardi Martadinata)                    (Bahtiar Joyodinoto)

Saksi I                               Saksi II

(Moses Glorino A.N)                   (Stefani Justisiayudi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s