Mesin 3-Silinder: Mitsubishi Mirage

Pada 2012, Mitsubishi Indonesia melihat pangsa pasar Small Hatchback cukup besar. Terlebih belum terlalu banyak saat itu pemain dikelasnya. Karena mobil ini ditujukan untuk beraktivitas sehari-hari, Mitsubishi berusaha menghadirkan hatchback mungil yang irit BBM.

Dipilihlah mesin berkode 3A92 dengan kapasitas 1.193 cc 3-silinder MIVEC. Secara global Mitsubishi telah memproduksi mesin 3-silinder sejak 2003 dengan kode 3A9. Ketika itu mesin diuji coba untuk Colt Supermini.

Ada tiga tipe hingga kini yang telah dibuat oleh Mitsubishi untuk mesin 3-silinder yakni 3A90, 3A91 dan terakhir 3A92. Pabrikan asal Jerman, Daimler Chrysler pun bekerjasama untuk mesin ini guna diaplikasikan pada smart ForTwo.

Teknologi MIVEC pada mesin 3-silinder yang digunakan Mitsubishi mampu mengatur bukaan katup dan juga tinggi klepnya (lift). Hal ini membuat konsumsi BBM lebih efektif dibanding mesin pada umumnya dengan silinder lebih banyak.

Kami pernah mencobanya dan hasilnya memang irit. Konsumsi BBM di dalam kota tercatat 13 km/liter, sedangkan di tol mampu menorehkan konsumsi hingga 21 km/liter.

Di Indonesia, mesin Mirage ini mempunyai torsi yang cukup besar yakni 100 Nm pada 4.000 rpm. Meskipun tenaganya hanya 75 dk saja sehingga tidak terlalu spesial di kelasnya. Meski begitu dengan berat hanya 883 kg alias tidak sampai 1 ton, bisa mencapai power to weight ratio ideal.

Benar saja, akselerasinya dari 0-100 km/jam sanggup diraih dalam waktu 12,98 detik saja. Ini sebuah catatan yang bagus dibanding rival sekelasnya. Pada putaran bawah terasa berat, tetapi ketika mencapai titik 60 km/jam terasa lebih cepat.

Penyebabnya ialah pemilihan transmisi otomatis CVT INVECS III 6-speed yang mengerti akan kemauan dari pengemudi. Rasio puli yang besar diawal akeselerasi membuat Mirage lincah bergerak ketika kondisi ‘stop and go’. Transmisinya bisa menahan putaran mesin di batas atas sehingga terasa lebih cepat.

Nah, berbicara soal mesin 3-silinder tentu tidak lepas dari getaran serta kesenyapan kabin. Soal ini, Mitsubishi tidak buruk. Getarannya tidak terlalu terasa meskipun ketika setir digenggam erat memang terasa getaran halus. Sulit rasanya menghilangkan sensasi ini untuk mesin serupa.

Tetapi soal kesenyapan kabinnya, Mirage tidak terlalu bagus. Ketika kami mengujinya mencatatkan angka 31,0 dB dengan kondisi AC mati. Pun saat pedal gas diinjak hingga 4.000 rpm, deruan mesin Mirage masuk ke dalam kabin dengan kebisingan 65,9 dB. Mungkin bisa menjadi catatan Mitsubishi untuk menambah peredam di sekujur bodi agar lebih senyap di kabin.

Informasi lebih lanjut hubungi :
Yanto, Sales Spv.
HP. 0811531058,085247659988
PIN BB : 5230254D
Email : yanto.mbsblpp@gmail.com

This entry was posted in Mitsubishi Mirage and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s